Tampilkan postingan dengan label dorama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dorama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2015






Gisou no Fuufu / Fake Couple, dari judul dan poster sudah ketebak gimana garis besar ceritanya, bukan?

Pernikahan bohongan yang terjadi karena ibu  dari si mempelai pria sakit dan sebentar lagi akan meninggal sehingga si pria desperately bikin pernikahan bohongan, kebetulan ketemu mantan pacar dari 25 tahun yang lalu, kemudian jadilah menikah jadi - jadian.  It's so so so cliche. I have to admit.

Tapi... TAPI!

Yang menarik dari drama ini adalah tema LGBT yang dihadirkan, sehingga si jalan cerita yang sangat klise itu bisa diolah lebih menarik.
Yup, Choji Himura adalah bujangan lapuk berumur 45 tahun. Ia adalah wakil kepala sekolah taman kanak - kanak dengan kondisi baik dan cukup dari segi materi.
Begitu juga dengan Kamon Hiro, seorang wanita lajang yang juga berusia 45 tahun. Penjaga perpustakaan kota yang gemar membaca dan hidup hanya dengan buku - buku nya.
25 tahun yang lalu  Choji dan Hiro pernah menjadi sepasang kekasih karena berada di universitas yang sama. Tapi tidak lama Choji meninggalkan Hiro begitu saja tanpa alasan yang jelas dan menghilang. Hiro yang merasa dikhianati dan kehilangan akhirnya merubah diri dan membentengi dirinya dari orang - orang disekitarnya dan berusaha menutupi perasaannya dengan senyum palsunya yang memang keliatan dipaksakan banget -__-

Kemudian mereka bertemu kembali ketika taman kanak - kanak Choji mendatangi perpustakaan Hiro untuk membaca bersama di perpustakaan. Karena merasa ini kesempatan, Choji yang dikejar kejar oleh ibunya yang sakit dan tidak akan bertahan lebih dari 6 bulan lagi mendesak Hiro untuk menjadi istri jadi - jadiannya.

Dan  ya, alasan Choji meninggalkan Hiro 25 tahun yang lalu disebabkan Choji yang menyadari bahwa dirinya adalah seorang gay, dan tidak mungkin melanjutkan hubungan dengan Hiro.
Karena Choji merasa sudah sangat mengenal Hiro, ia memutuskan meminta tolong Hiro untuk menjadi istrinya. Hiro yang awalnya menolak, karena berbagai kondisi dan alasan akhirnya menerima menjadi istri Choji.



Yes he loves the delivery man



Semua menjadi makin riweh ketika ada salah satu single mother dari murid di TK Choji yang ternyata adalah lesbian dan menyatakan perasaanya kepada Hiro. Dan Hiro yang mulai menyadari perasaanya kalau ia kembali jatuh cinta dengan Choji. Dan Choji yang kesengsem sama Tatsumoto, seorang kurir pos.

Sampai saat ini baru ada 6 episode, dan entah jalan ceritanya akan dibawa kemana huahahaha

---

Why I love this drama :


1. Too much teenage romance (Now Im an adult woman, am I?)
 Karena drama belakangan ini banyak live action Shoujo Manga, yang isinya romance- romance  anak sekolahan, dan saya sudah cukup bosan sama cerita anak sekolah hahahah. Gisou no Fuufu is all that I need, an adult rom - com (setipe dengan Kimi wa Petto, Hotaru no Hikari)

2. Tema LGBT. 
Eh..Itu...hmm... iya saya sering baca - baca manga genre  BL/Boys Love (karena tokohnya pasti ganteng ganteng dan jalan ceritanya emotionally romantically beautifully blah blah banget hahahaha) dan saya cukup jatuh cinta dengan cara orang Jepang mengemas cerita - cerita tentang gay dan lebih sering bikin saya nangis huhuhuhu. selama ini  saya pikir genre Boys Love dan Yaoi (BL ++) juga Yuri (yang ini tentang lesbian) adalah genre - genre "undercover" yang memang memiliki bagiannya sendiri. I mean.. di Jepang sendiri komik - komik genre ini punya toko buku sendiri dan tidak berjejer bebas di toko buku umum. Dan komunitas maupun penggemarnya masih dianggap sebelah mata dan masih dianggap tabu di masyarakat. Film Jepang sendiri kalaupun ada yang menyingung soal LGBT biasanya bertema serius. Rom - com paling tokoh transgender di film dan komik Paradise Kiss.
Terakhir yang saya tonton itu Doushitemo Furetakunai, katanya pertama kali komik genre yaoi di adaptasi ke film live action dan beredar di layar lebar. dan memang sebagus komiknya kok sampe nangis huhuhuhu







Nah maka dari itu saya cukup kaget tema LGBT bisa nongol di "sinetron" Jepang dan itu artinya disana disiarkan di tv lokal. Juga tokoh - tokoh anak TK di drama ini yang mulai mempertanyakan apa itu gay? apa itu lesbian? dan diterangkan dengan dialog yang blak- blakkan, cukup membuat saya risih di awal "isn't it too much for these little kids??" Tapi mungkin memang ini cara Jepang mempekenalkan LGBT agar lebih umum di masyarakat.

Iya, saya jadi berpikir pembuat drama ini adalah aktivis LGBT hahaha karena sebenarnya inti masalah di drama ini adalah bagaimana Choji yang takut takut untuk come out ke ibunya dan masyarakat bahwa dia gay. Tentang ketakutannya untuk diterima di masnyarakat, dan oleh Tatsumoto yang dia sukai.
Juga tokoh Shiori , salah satu orangtua murid single parent yang lesbian dan sudah come out, blak - blakkan, dan sudah menjelaskan ke anaknya yang berumur 5 tahun bahwa dirinya adalah seorang lesbi( dan menjadi bahan celaan murid murid di kelas anaknya). dan dialah yang mendorong Choji untuk jujur dengan dirinya sendiri dan orang - orang disekitarnya.


It's all about to be yourself. 





cuma Choji yang bisa melelehkan benteng Hiro 



3. Tokoh Himura Choji (ya, lagi lagi gotir kesengsem sama om om 40 tahun)
Hiruma Choji diperankan oleh om Sawamura Ikki yang sukses sekali berakting menjadi seorang gay flamboyan(meskipun memang kadang lebay sih, hahaha.) dengan senyum manisnya yang bikin meleleeeeh aaa....
Baru sekali ini selama saya menonton drama dan film Jepang, tokoh yang ekspresif dan eksentrik dengan sangat natural dan berbaur dengan kondisi sosial yang mana orang - orang Jepang cukup kaku dan kikuk.
Contohnya seperti tokoh Kotoko di Itazura Na Kiss (1996) yang ekspresif tapi lalu menjadi teledor dan norak sehingga tokohnya menonjol tapi dengan kesan awkward seolah dipaksakan demi mengundang tawa.
atau tokoh Akira di Nobuta Wa Produce (2005) yang eksentrik tapi masih kaku sehingga terlihat aneh. Bahkan tokoh Isabella, transgender di Paradise Kiss meskipun menggunakan pakaian dan fisiknya nyentrik, ia tetap seperti tokoh orang Jepang pada umumnya yang kaku lembut dan sopan.

Tapi berbeda dengan HimuraChoji. Ia adalah orang yang nyentrik dan flamboyan, menggambarkan tipikal gay kebanyakan. sebagai pria yang luwes dan feminin, yang kalau happy sembarangan peluk - peluk orang dan sangat ekspresif, tokohnya tidak menonjol dengan aneh. Tokohnya tidak menimbulkan kekonyolan dan suasana dialog dialog awkward, tidak. Tokoh Himura Choji tidak lantas dibuat menjadi gay kampungan hanya untuk mengundang tawa. Himura Choji tetap menjadi tokoh kunci dengan segala pesonanya dan membuat penonton jatuh cinta fufufufu.

Choji adalah tipikal orang orang ekstrovert yang saya suka (seandainya di dunia nyata memang dia ada hahaha). Orang ekstrovert yang berisik dan suka - suka, tapi sebenarnya ia sangat peka dan perduli dengan orang lain. Meskipun ia berbanding terbalik dengan tokoh Hiro yang stay cool dan memendam semua di kepalanya sendirian, Choji satu - satunya orang yang bisa menebak apa yang ada di dalam kepala Hiro. Choji satu - satunya orang yang hafal dan perduli apa yang Hiro suka dan apa yang Hiro tidak suka. He is ekstrovert but he do care. Oh I wish I have a boyfriend like that~ muahahhaha

Dan stylenya! Choji sebagai pria umur 45 tahun dan memakai kemeja, celana, dan baju - baju pria fashionable sangat cocok dan keren menurut saya hahahha. Kemeja - kemeja berwarna cerah dengan patern pattern yang heboh, tapi tidak berlebihan. Saya suka sekali bagaimana tokohnya digambarkan cerah ceria, berbanding dengan tokoh Hiro yang hanya memakai baju itu - itu saja hitam putih.




i really need Choji x Hiro 

Well, masih ada beberapa episode lagi, tapi saya tetap ngarep Choji akan nikah beneran sama Hiro (please Hiro deserve a good man as Choji!! Huhuhuh) , meskipun bakalan jadi naif banget rasanya kalau mereka beneran nikah dan orientasi seksual Choji berubah semudah itu. Apa gunanya keberanian dan niat  dia untuk come out selama ini kalau pada akhirnya dia akan jadi suami sungguhan :(

Tapi dengan adanya tokoh Shiori yang udah menyatakan perasaan dan menerima keadaan Hiro yang straight , saya pikir pada akhirnya mereka semua akan tetap single, namun dengan keadaan lebih happy karena mereka sudah jujur sama diri sendiri dan orang orang yang bersangkutan.

ahhh tapi tetep ngarep Choji x Hiro uhuhuhuh...mari tunggu bagaimana kelanjutannyaa~~






Sabtu, 08 Agustus 2015








Akhirnyaaaa.... mengobati rasa "tidak puas" yang saya dapatkan usai menonton Bitter Blood terbayarkan. Setelah uring uringan, akhirnya saya memutuskan untuk menonton Nobunaga Concerto,  yang mana saya sesali kenapa baru sekarang nontonnya padahal ini dorama 2014, karena ternyataaaa dorama ini bagus sekali!

Singkatnya cerita ini mengenai Saburo, seorang anak SMA biasa, memiliki kepribadian yang cukup pengecut dan suka melarikan diri. Saburo sedang melakukan perjalanan study tour sekolahnya ke tempat tempat bersejarah. Namun ia tersesat di tempat tersebut dan berencana melompati dinding untuk keluar dari kawasan wisata sejarah tersebut. Namun ketika ia melompat, ia terpeleset dan jatuh. Dan ketika ia sadar, ia sudah berada di jaman sengoku, jaman perang saudara di Jepang, sekitar tahun 1500an.

Begitu ia menyadari bahwa ia ada di tempat lain, ia bertemu dengan Oda Nobunaga, seorang pewaris utama klan Oda yang sedang berusaha melarikan diri dari kehidupan istananya. Ketika mereka berhadapan, Oda Nobunaga dan Saburo memiliki wajah dan postur tubuh yang sama persis. Secara spontan, Oda Nobunaga meminta Saburo menggantikan posisinya di istana. Saburo yang sedang kebingungan menganggap ia masih berada di tempat wisata sejarah, dan menganggap maksud Nobunaga adalah menggantikannya sebagai pemeran dalam sandiwara tentang Oda Nobunaga yang diselenggarakan tempat wisata tersebut, maka dari itu Saburo asal setuju saja. Tak lama setelah Nobunaga melanjutkan perjalanannya, Saburo yang masih terdiam di tempatnya bertemu para samurai bawahan Nobunaga yang memaksanya kembali ke istana.
Sejak saat itulah seluruh orang di istana menganggap Saburo sebagai Nobunaga. Saburo baru menyadari dia sudah melakukan perjalanan waktu ketika ia berada di medan perang.


Saburo yang tidak tahu menahu tentang keadaan istana dan kondisi politik di dalam nya,  juga tidak mengetahui bagaimana Nobunaga asli bersikap, akhirnya berlaku sebagaimana dirinya sendiri yang nyeleneh dan naif juga kekanak kanakan. Perubahan sikap ini dan "kehilangan ingatan" di anggap bawahannya sebagai efek karena terjatuh dari kuda(pada saat Saburo ditemukan para samurainya).
Saburo yang berasal dari era modern, yang damai dan sudah terbebas dari perang  tidak suka dengan kekerasan, yang mana jadi terkesan naif di jaman sengoku yang masih penuh dengan peperangan dan nyawa yang diumbar umbar. Karena Saburo yakin Jepang akan damai pada waktunya, ia berusaha membuat kedamaian dan sebisa mungkin menghindari perang.


Oda Nobunaga & Saburo


Sifatnya juga pola pikirnya yang berbeda dari samurai pada masa itu (iyalah pemikiran orang modern yang penuh kasih sayang dan nggak biasa lihat kepala di penggal pasti jadi hipster banget buat samurai masa itu ngahahaha)  membuat dia menarik perhatian, dan membuat para pengikut Nobunaga menjadi lebih hormat dan setia kepadanya (kepada Saburo).
Semua orang jadi menyukainya, termasuk rakyatnya yang tinggal di wilayahnya karena ia telah menjadi samurai yang baik hati.
Namun bagi klan klan lain di sekitar wilayahnya,  keberadaannya dan pemikiran anti-mainstream nya merupakan ancaman, tidak masuk akal, dan tidak langsung membuat klan lain setuju menjalin aliansi dengannya. Sehingga wilayah Oda tetap diserang dan diajak berperang.

Di pertengahan cerita, Nobunaga asli bertemu dengan Saburo dan kembali ke istana, mencoba memantau dan membantu Saburo, dengan menutupi wajahnya menggunakan kain dengan alasan ia memiliki penyakit TBC dan takut menular, juga mengganti namanya menjadi Akechi Mitsuhide.
Kichou -chan & Saburo <3 <3
Namun selama Nobunaga berada di istana dan memantau keadaan, ia melihat orang orang istana, bawahannya, bahkan istrinya menjadi berubah dan sangat dekat dengan Saburo. Hal ini memicu kecemburuan yang timbul di dalam diri Nobunaga, ditambah hasutan hasutan dari orang orang sekitarnya yang membuatnya semakin panas....

Buat yang belom nonton, nggak usah takut dorama ini bakal jadi dorama perang yang membosankan. Karena diangkat dari manga, drama ini juga disertai komedi komedi konyol namun alur cerita tetap padat dan serius.
Porsi romance yang di tonjolkan dari tokoh Saburo dan Kichou (istri Nobunaga) juga pas dan tidak lebay dan merubah drama ini jadi drama cinta cintaan, tapi tetap mengharukan, hiks :'(
Drama ini dijamin bikin nagih karena alurnya yang padat dan membuat kita selalu penasaran tentang episode berikutnya.




~~spoler alert! ~~
So, begitu saya melihat episode 1, saya langsung kepikiran komik Shanao Yoshitsune.  Meski waktu dan latar juga tokoh yang diadaptasikan jadi tokoh cerita komik yang diramu sedemikian rupa sangat berbeda dan tidak berhubungan,  sebenarnya plot nya hampir mirip.
Namun untuk urusan sejarah, tokoh Yoshitsune memang dari awal adalah orang yang penuh belas kasihan dan samurai yang disayangi semua orang.
Sedangkan Oda Nobunaga, menurut sejarah aslinya adalah seorang samurai kejam berdarah dingin yang tidak segan segan menghabisi nyawa siapapun.

Dari sekilas sejarah yang dihadirkan om Wikipedia,  Oda Nobunaga memang digambarkan sebagai samurai berdarah dingin yang kemudian mati karena dikhianati oleh bawahannya sendiri yaitu Akechi Mitsuhide di kuil Honno - Jin
Kalau melirik sejarah, kemungkinan memang Nobunaga (yang menyamar sebagai Akechi Mistsuhide) akan membunuh Saburo karena rasa cemburu. Ending drama yang menggantung (dan memang akan dilanjutkan di film nya yang akan rilis Desember 2015)  hingga kini memunculkan berbagai spekulasi ngahahaha  apakah akan mengikuti alur sejarah,  atau nyeleneh, atau.... huahahhaa

Untuk urusan alur... saya juga rada bingung. Alurnya cepet banget,  dan untuk pembuka aja emang cepet. Karena penasaran saya cek manga nya dan memang alurnya secepat itu bahkan lebih cepat.
Kayaknya scriptwriter nya nggak mau repot ngebahas masalah time travel, sehingga nggak banyak disinggung. Padahal di drama ini ada dua tokoh lagi yang ternyata adalah time travel dari tahun 1972 dan 2005. Tapi nggak diceritain gimana mereka bisa sampai ke masa ini. 

Udah gitu Saburo nyerah gitu aja, Meskipun awalnya panik, pada akhirnya dia pasrah aja dan nerima kalau dia nggak bisa pulang ke jaman modern. Pas ending drama waktu dia mau diusir pun dia nggak mikirin gimana caranya pulang ke masanya, kesannya unsur "time travelling" yang dialami Saburo justru menghilang begitu aja. Padahal disitu sisi menariknya :(
Emang sih bahkan di komik nggak di bahas gimana kehidupan Saburo di era modern sebelum insiden  time travel. Tapi rasanya kurang greget aja masalah time travel nya gak dibahas Juga timeline yang terjadi di drama ini. 

Kalau dilihat segi sejarah, dan di episode akhir yang anak Oi chan udah ada 3 dan merujuk sejarah peperangan yang sudah dilalui Saburo, berarti waktu yang berjalan di drama ini sudah melewati 20 tahun lebih. Tapi nggak ada perubahan signifikan, minimal ada petunjuk atau apa kek gitu nandain perubahan tahun atau bahkan perubahan fisik tokoh tokohnya,  tapi semua yang terjadi disini kayak ber langsung beberapa bulan aja. Tapi perkembangan karakter Saburo, yang awalnya adalah "samurai kaget" sampai menjadi daimyo yang mampu dipercaya oleh pengikutnya dan membawa kecemasan dalam diri Nobunaga asli bolehlah menjadi patokan bahwa Saburo sudah berkembang dengan waktu yang cukup lama hingga menjadi pemimpin yang matang.


Saburo yang memohon Tsuneoki untuk selalu melindunginya :'(




Tapi saya ngakak parah dan gak nyangka kalau ayah mertuanya juga time traveler. Waktu si Dano Saito liat Saburo pake seragam sekolah dia malah pake seragam polisi, kerjaan dia sebelum masuk era sengoku.

Favorit saya disini itu episode waktu Saburo harus menikahkan Oi-chan, (adiknya Nobunaga) demi kelancaran aliansi dan meredam perang. Waktu Oi chan mau berangkat keluar istana terus dilepas sama semua penghuni istana duh sampe merinding huhuhuhu
Terus episode waktu episode Mori - rin meninggal. Sediiiih bangeeeeettt sediiihhh bangeeet huhuhuhu

Terus suka banget waktu beberapa kali Nobunaga sama Saburo tuker peran lagi, meskipun ujung ujungnya jadi berantakan. Coba pertukaran Nobunaga dan Saburo dibikin lebih sering pasti bakal lebih kocak.

Paling epic itu bagian Saburo mau nyelamatin Nagamasa-kun huhuhuhuhuhuhu arghh itu bikin merinding banget sampe nangis :'''(

Dan tentunya romance antara Saburo dan Kichou. Menggemaskan sekaliiiii aaaaahhh :((

Oh, dan jangan lupakan background music nya. music directornya meracik musik yang apik yang cocok dan mampu membangun emosi di tiap episodenya. Mungkin karena ada unsru time travel dari era modern, musik disini juga nggak musik tradisional ala ala Jepang, tapi dicampur  Keren banget. Apalagi endingnya, Be Strong dari Mr. Child. Meskipun lagu ini sudah rilis duluan dan tidak dibuat khusus untuk ending dorama ini, tetap saja ini merupakan lagu yang cocok dan membuat terngiang - ngiang setiap selesai nonton. 

Saya mengharapkan ending movienya nanti Saburo balik ke era modern(bareng Kichou plizzz) dan Nobunaga memang mati  karena dibunuh Saru si pengkhianat, tapi karena sosok Nobunaga yang ditemukan lalu sosok Akechi Mitsuhide menghilang sehingga menjadi cikal bakal yang disebut tragedi kuil Hinno Jin dan Nobunaga dianggap dibunuh oleh Akechi.
*plakk*lagak lo dah kayak script writernya aja* ngahahahha
Yah... marilah kita tunggu movienya... Desember 2015... mungkin baru bisa ditonton 2016... hiks....


Dan yang bikin asik lagi, disini banyak ikemen~~~ kyaaa hahahaha

Favorit saya ada tiga disini~
Ada Osamu Mukai, yang jadi gagah banget disini hahahaha terakhir lihat dia di movie Girl for Keep, trus baru baru nonton dia di Hotaru no Hikari 2 itu pun tahun 2009 kayaknya. 



"Buchou" as Hanbei , looks so old :'(

Terus ada Buchouuuu omaigot ada buchooo alias papa Fujiki Naohito si ganteng idol angkatan 90an. Di sini emang keliatan tua nya sih karena dia berdampingan sama artis artis muda :( tapi disini doi jadi Hanbei dan tetep ganteng orang Saburo aja bilang dia ikemen hubahuba huba





Dan terakhir tentunya ada bang Oguri Shun. Setelah nonton dua dorama terakhir dia Border dan Ouroboros, dimana dua duanya dia berperan jadi orang yang dark, gloomy, mysterious dan bikin sesak nafas, rasanya segar ngeliat dia disini jadi anak SMA dan jadi orang yang friendly dan santai, mengingatkan saya dengan perannya di Uchyuu Kyoudai. 
Soal akting, saya akui Oguri keren banget. Dia memang bisa jadi apa aja. Dia dapet peran macem macem dan muka nya emang bisa dimacem macemin. I mean, muka dia ganteng tapi fleksible. Bisa jadi peran jahat bisa jadi peran baik, ngocol , macem macem.
Dan gue suka kalau dia udah nangis. Di film dan drama yang saya tonton, setiap dia nangis rasanya  mau ikutan nangis uhuhuhuhu
Ahhh I'm craving for moooree... mooore nobunaga... moore ogurii hahahaha

Selasa, 04 Agustus 2015





First of all, I'm going to say sorry if you are the fan of this dorama, because in this post I'll  write about my unsatisfy feeling :(
Second, sorry for my broken english.


So, after I watch Border with dark and really bitter ending, I tried to find another detective drama. Well I'm still rookie in dorama so I still kind of picky about choosing what I'm going to watch.
Then I find Bitter Blood because of the synopsis and of course the lovely dorky Takeru Sato.

I really like family drama but with suspense, mystery,  tension or something like that.  Well at least like I'm Home(2015)
So I stumbled upon Bitter Blood, which is offering a story about father and son bromance, and in action too! Of course I'll watch it.




So it begin, the story about a dad who once left his own family and end up divorce. And a boy who hate his dad because of that. And incidentally, after years separated, they met and become a partner as detective in Crime Investigation Department.
In the genre they mention comedy.  But I expect at least there would be a lil angst, or tension. Please. But no, Sahara Natsuki as a son just go with the flow. At first he kind of blowing up the past and show how he hate his dad but... it's just go like that. No explanation. No tension or fighting between them. Sahara just like "I hate you but what can I do with this situation."  And Shimano , the father, never trully serious about his son. Well we all know he's caring and lovely and feel sorry for his family, but no, I find him annoying.

I know it's comedy, well but... please.. a drama.. a tension.. or just a flashback about their past. Even in the last episode. I wish they will be tearjerker or something. or emotionally or what. I hope when the last episode it will be more serious and sentimentally, and  I almost cried when Sahara got shot and Shimano pass out. But no, they still trying to make audience laugh in the worst timing. I hope I will get a serious moment, but yeah they just want make us laugh. And I'm not laughing at all. -.- 

And for that villain, the Kaizuka. Owh c'mon he's the most annoying villain. He's not scary. Not psycho. No. Just a goddamn freaky seeking revenge. I have to say that it's better if Kaizuka character become more darker and harder to catch and more clever . I mean all of the case in this dorama are ridiculous and easy. And I think it's better if Kaizuka become the boss villain which is serious and trully brutally evil. So it's kind of make the Kageyama Team hit the serious mode at least. But no, that is just my hope and imagination :(

There's a scene where ..hmm I don't know I think they want to make an emotionally scene where Sahara find Shimano's box and the inside of the box is Sahara's childhood photos and articles about his achievements in police departmen. Awwhh it's so cute Shimano senpai, but it didn't reach me. I know they want to tell us the audience that Shimano is a caring and lovely father who cannot forget his child that easily.  And we all know that Sahara know.
But that scene.... nope. It not reach my sentimental mood ngahahaha. I always crying in sentimental scene, even in the most ridiculous dorama like My Boss My Hero, but in Bitter Blood it didn't reach me. I can't sympathy and feel sad because I don't get the explanation why Shimano left Sahara. Maybe if they explain that and we know about their past, that scene would be sooo right in the feels :')

There's questions in my head after watching this dorama. Why Shimano divorce and left his family?  (Well they just say he left because his ex wife fall in love with someone else. But no, I don't take that as answer or explanation). What happen to Sahara's mom? Well at first episode Sahara bring up about he doesn't want to see other people hurt because he grow up watching his mom crying every time.  And in some episode they mention his mom fall in love with another man first, that why Shimano left. But in the end Sahara and his sister living with their grandparents.  Where did his mom go? Is she re married? Because there's episode where Sahara grandpa come to Tokyo to investigate a criminal, and in the same time mention about searching his daughter which is Sahara's mom.
And then what about Shimano family? Is he re married?
And what is the yellow scarf things (?) That Shimano want to give it to Sahara? I thought it's Sahara's birthday present from him, but then he said it's not the time yet for Sahara to receive it, so I thought maybe it has something to do with their past or Sahara's mom. Well in the end the scarf ridiculously fly away because of the wind.
There's a rumours that this dorama will continue because in the end of last episode there's a line "to be continued". Well if there's second season or SP I definitely watch it and hope that they gonna explain to us about Shimano and Sahara past.

Sure,  the  unsatisfying still linger me huhuhu. But well, there's much things that keep me watching this.
First of all of course that cute Takeru Sato. And his reunion with Kutsuna Shiori. And yeah their characters almost identical like their role in  Beck.
Second,  even he's annoying,  chemistry between Shimano senpai and Sahara is build up well.
Third,  the opening!!!! It's sooo catchy and cool.
The last, it is the soundtrack. The music is good and keep the mood and make the drama less boring. 
In the end Bitter Blood is a good drama, and if you want some light and funny detective dorama you should watch it. But if you hope you'll find a serious or melodramatic drama about father and son, no, better drop it.
Or you'll feel what I feel... that unsatisfy feeling :(


Here, the cool opening that keep me watching this dorama untill the end ngahahaha



Kamis, 30 Juli 2015





"Ada perbedaan diantara kita. Demi kejahatan aku bisa membunuh seseorang. Tapi, kau tidak bisa membunuh demi keadilan, kan?"


Dialog diatas adalah dialog yang kalau kalian udah nonton episode 9 itu adalah dialog paling nyakitin, namun tanpa bermaksud spoiler di awal postingan  itulah inti dari dorama ini, dan arti dari BORDER sebagai judulnya, yang menegaskan batas antara keadilan dan kejahatan.

Menceritakan tentang Ishikawa Ango, seorang detektif yang sangat berdedikasi dalam pekerjaannya dan tidak memiliki kehidupan diluar kerja kerja dan kerja. Ia bahkan berharap ada yang terbunuh supaya ia memiliki kesibukan dan tidak perlu menghabiskan waktunya dirumah. Namun semua itu berbalik menjadi karma baginya.
Pada suatu kasus penembakan, ketika Ishikawa memeriksa keadaan TKP, ia ditembak oleh pelaku tepat di kepala. Namun peluru justru bersarang di tengkoraknya, sehingga ia bisa tetap hidup. Karena operasi untuk mengeluarkan peluru dari kepalanya sangat beresiko, ia memilih untuk membiarkannya saja.
Dikarenakan peluru dikepalanya dan dirinya yang sudah sempat hampir mati, ia bisa melihat dan berbicara dengan arwah orang yang sudah mati.
Lalu bisa di tebak selanjutnya setiap ada kasus Ishikawa akan meminta tolong arwah korban untuk memberikan kesaksian dan petunjuk.

Awalnya saya juga berpikir cerita ini akan se klise itu, apalagi dengan jumlah episode yang cuma 9, saya pikir akan se level dengan drama detektif "Hard Nut" yang memang tidak terlalu spektakuler dan dengan jumlah episode yang sedikit.
Namun dugaan saya salah, di masa keemasannya ini sepertinya nggak mungkin banget Shun Oguri akan menjadi tokoh utama di dorama ecek ecek. Yak, Border memang pantas memasuki daftar dorama jajaran atas. 9 episode bukan berarti ceritanya jelek.  Justru kuraaaaanggg!!!! Arghhh...

Waktu episode 1 drama ini mengingatkan saya terhadap series barat Ghost Whisperer. Konsep dasarnya hampir sama; berbicara dengan korban yang sudah meninggal untuk menegakkan kebenara. Tapi ya percaya deh kalau Border enggak se klise itu. 
Dan memang ketakutan saya akan cerita yang klise terpatahkan di episode 2, dimana yang menjadi arwah gentayangan yang menuntun Ishikawa memecahkan kasus justru pelaku itu sendiri karena dia bunuh diri. Scriptwriter nya emang maknyos,  nggak dibikin sama melulu polanya. Ada juga yang arwahnya cuma membantu sepotong sepotong waktu di episode bom berantai, atau waktu dia nggak bisa menang menyelidiki kasus tabrak lari karena pelakunya anak menteri, macem macem lah dan ending yang super nggak ketebak.

Yang belom nonton stop bacanya dan silakan nonton! Muahuahuahua
Disini saya akan banyak membeberkan spoiler fuwahahahah




Episode favorit saya dari semuanya justru di episode 5. Episode 5 itu tentang korban yang lupa siapa dia karena meninggal dalan keadaan kepala terbentur dan amnesia, terus dalam keadaan arwah pun dia lupa dia siapa. 

Karena kebingungan dan di jasadnya tidak ditemukan tanda pengenal apapun, arwah tersebut nempelin Ishikawa melulu sampai ingatan dia kembali.
Kayaknya itu episode selingan banget karena nggak tegang dan kasusnya ternyata sederhana sekali. Tapi saya kemakan di adegan terakhir waktu Ishikawa nemenin arwah itu nonton video rekaman anaknya di pantai, sedangkan pas mereka lagi nonton itu jenazah si arwah lagi otw mau di kremasi. Itu bikin gue sedih aja... Ishikawa yang diawal episode kayaknya cukup "dingin" , dan waktu di ikuti arwah yang lumayan rese ini juga Ishikawa kayaknya nggak terlalu respek sama arwah itu, pada akhirnya Ishikawa sebenernya perduli. 

Adegan terakhir waktu si arwah bilang makasih, terus pas Ishikawa ngajak ngomong yang lain lagi eh si arwah udah ilang :'( terus abis itu Ishikawa tetep nonton video anak si arwah seolah olah arwahnya masih di sebelah dia huhuhuhuhu


Sisanya... bagus. Apalagi endingnya. Duh nyakitin ati banget. Bangeeeet!!!! Sampe ikutan gemes.
Padahal saya udah berharap dan menebak endingnya peluru bakal dikeluarin dari kepalanya dan happily ever after,  atau nggak dia tetap bisa ngeliat arwah tapi dia ngasih tau rekan rekan detektif nya, atau apa kek....
Ternyata... ternyata!!!!!!
Sad ending banget lah tapi best ending hahaha  bener bener diluar harapan. 

Di adegan terakhir Ishikawa shock, nangis, panik, kayak gabisa nafas gitu kan, dan waktu nonton itu gue ikutan nyesek sendiri -.- 
Nggak nahan deh aktingnya Oguri.


Ini highly recommend banget deh. Buat yang takut film horror, musiknya emang horrror abis hahaha tapi untuk urusan hantu dan pembunuhannya nggak sadis dan ngga ada yang serem seremnya kok. Hantunya ditampilkan dengan normal kayak orang biasa( itu yang bikin oke, nggak lebay). 

Jadi buat yang penakut (kayak saya) dorama ini masih masuk standard buat ditonton dan nggak nakut nakutin kok.
Seriously ini dorama detektif yang endingnya bikin nyesek tapi nyeseknya oke punya lah!!! 

Sabtu, 25 Juli 2015










Ini adalah dorama yang paling bikin saya sakit hati dan susah move on. Well, dengan kata lain dorama ini sukses karena telah mengaduk ngaduk hati penontonnya, sesuai tujuan utamanya hahaha.


Menceritakan Ikuo dan Tacchan (panggilan kecil Ikuo terhadap Tatsuya) , dua anak yang berasal dari panti asuhan Mahoroba yang sama sama diasuh dan menyayangi Yuko -sensei. Hingga suatu hari sensei kesayangan mereka terlibat baku tembak dan terbunuh. Yang menjadi saksi mata penembakan sensei adalah Ikuo, namun karena shock Ikuo tidak begitu jelas mengingat wajah wajah yang di lihat nya, yang dia ingat hanyalah salah satu dari penembak tersebut menggunakan jam tangan emas.
Lalu Tacchan dan Ikuo bersumpah untuk menemukan pembunuh sensei dan balas dendam, dengan cara apapun. 
20 tahun kemudian, Tacchan sudah menjadi yakuza yang patut di perhitungkan. Ia memilih jalan 'gelap' untuk menggali informasi tentang kasus Yuko-sensei.
Sedangkan Ikuo mencoba mencari informasi di jalan yang 'terang", yakni menjadi polisi.
Setiap kasus demi kasus yang dihadapi Ikuo yang pada akhirnya selalu mendapat bantuan Tacchan, menuntun mereka menuju titik terang tentang pembunuhan 20 tahun yang lalu.


 Contain Spoiler~~

Seperti yang saya bilang diatas, dorama ini benar benar bikin sakit hati yang cukup parah. Terlebih saya menontonnya dengan intens marathon non stop 11 episode. Itu adalah kesalahan terbesar saya, dengan marathon berarti saya telah menenggelamkan diri hampir 11 jam lebih sehingga begitu terhanyut oleh ceritanya. Tapi ya emang bagus banget sih, well cara mereka naik - turunkan mood dan masalah masalah yang fokus dan nggak terlalu bertele tele jadinya bikin nggak bosen dan nagih untuk bablas sampai tamat hahahaha.
Yang saya suka disini tentu saja ada Oguri Shun kyaaa kyaaa hahaha. Terus ada Ikuta Toma yang disini kok jadi imut bangeeeeet. Disini mereka main bromance abis, tapi emang bromance aja nggak ada hint hint yang bisa mengarah ke sho-ai dikitt lah (woo naluri fujoshinya nongol). Yup they're bromance plus ada Ueno Juri juga kok jadi pasangannya Toma.Tapi suka banget setiap Ikuo manggil manggil "tacchan, tacchan" kayaknya apa apa tacchan huhuhu 

dan buat yang udah nonton sampe tamat kayaknya ngga afdol kalau nggak ngomongin endingnya yang kurang ajar itu hahhahaha. Nyesek nggak sih lo udah bertahun tahun nyusun rencana balas dendam tapi.... huhuhu dan pada akhirnya Ikui dan Tacchan nggak pernah berpisah. Meskipun tacchan dingin - dingin galak caring ke Ikuo, Ikuo tetep ngikutin tacchan sampai akhir hayat. Ikuo nggak happily ever after sama inspektur Hibino aja huhuhuuuh Tuh kan nulis aja bikin nggak bisa move on lagi hahahaha nggak bisa di deskripsikan dengfan kata kata yang baik dan benar deh kalau nyeritain dorama ini ngahahaha too emotional huhuhuh

Oh dan soundtrack. Lagu utamanya No One, itu soundtrack parah earworm banget. dan emang pas banget sama ceritanya. Sumpah keren banget, semua soundtracknya keren banget!!!

overall, drama ini sebenernya nggak terlalu 'dark' , tapi ya endingnya emang sad ending yang bikin nyesek berhari hari hahaha. It's really worth it to watch. Banget. harus nonton banget! hahahaa

And this, the amazing main theme song 


Sabtu, 18 Juli 2015







yo!

Kali ini saya mau membahas tentang dorama I'm Home, dorama yang masih fresh baru baru tamat. Dorama spring ini memang memiliki rating yang cukup ting
Sangat direkomendasikan untuk penggemar genre family mistery seperti Kazoku Game dan Kaseifu no Mita.
gi, dan menurut saya pribadi memang dorama spring tahun ini yang cukup mengambil hati.

Dorama ini menceritakan tentang Ijie Hisashi ( Kimura Takuya), seorang pekerja kantoran yang mengalami kecelakaan sehingga kehilangan ingatannya dalam kurun waktu 5 - 6 tahun belakangan. Ia banyak melupakan hal penting, termasuk melupakan orang seperti apa dia sebelum kecelakaan terjadi.
Ijie pernah dua kali menikah, dan dalam ingatannya setelah kecelakaan ia merasa lebih mengingat tentang mantan istri juga rumah lamanya ketimbang keluarga barunya. Bahkan ketika ia sampai di rumah (keluarga barunya) , ia merasa melihat anak istrinya memakai topeng, ia tak ingat wajah mereka dan tidak bisa membaca ekspresi juga emosi yang ditampilkan oleh anak istrinya. Juga ia ternyata memiliki banyak riwayat buruk di mata orang orang dan lingkungan sekitarnya.
Ieji yang sama sekali buta akan diri dan kelakuannya di masa lalu memulai pencarian jati dirinya bermodalkan kunci - kunci yang ia miliki, dengan kunci itu dia membuka satu per satu memorinya.
Oke, kalau belum nonton, stop disini dan silahkan nonton sendiri! Jangan scroll down karena saya akan bercerita panjang lebar dan penuh spoiler tentunya huahahaha



Seperti yang saya katakan diatas, jika anda penggemar Kazoku Game dan Kaseifu no Mita (itu mah gue hahahahahaha), dorama ini cocok diikuti. Memang saya akui, mood dan ketegangan yang dibangun nggak se intens kedua dorama tersebut, tapi tetap bikin penasaran dan konflik konfliknya menarik.
Japanese drama, as philosophical as usual.
.  Hisashi Ieji merasa anak dan istrinya menggunakan topeng. Ia tak pernah bisa mengetahui ekspresi dan emosi yang sebenarnya ditunjukkan oleh anak istrinya. Dan kita memang disuguhi wajah anak dan istrinya benar benar menggunakan topeng dari sudut pandang Ieji. I mean, literally. ... dan itu membuat kita sebagai penonton ikut gerah merasakan rasanya jadi Ieji, yang berada di dalam rumah, berinteraksi dengan keluarga tanpa tahu sebenarnya perasaan mereka. Metafora nya keren banget, topeng topeng itu merupakan representasi kepalsuan - kepalsuan yang ada dan segala ketidak jujuran yang ada dalam keluarga tersebut. Banyak yang ditutupi dan memang Ieji tidak mengingatnya, sang istri juga tidak pernah menyinggung apapun. Dan memang itu yang bikin penasaran!

Ngomong ngomong perasaan, di drama ini saya cukup simpati dengan keluarga lama Ieji. Ia dan mantan istrinya tidak memiliki anak, namun istrinya membawa anak perempuan dari pernikahan sebelumnya yang bernama Subaru. Ieji menyayangi Subaru tulus seperti anak kandungnya, sekalipun hilang ingatan Ieji tetap memiliki rasa sayang yang kuat terhadap Subary. Namun Ieji dan Kaoru(ex-wife) bercerai karena sebab yang tidak dapat Ieji ingat, sehingga Ieji tetap memberi perhatian pada Subaru. That's the thing, sampai suatu saat Kaoru divonis kanker, masuk rumah sakit dan harus operasi, Subaru yang panik cemas takut (fuck I know this feel), dilarang oleh Kaoru untuk menghubungi ayahnya, dengan dalih tidak boleh bergantung, merepotkan dsb. It's hurt, to have your dad in front of you, and you can call him anytime but.... Gila gue sampe sakit hati nonton episode ini. Yup, mereka membuat tokoh anak broken home dengan realita yang ada, menampilkan rasa sakit yang nyata. Stereotip disini kan anak broken home itu anak bandel membangkang pemberontak...but the real pain is that. 


Soal Kimutaku, jujur ini dorama yang ada dia nya yang baru saya tonton. Banyak yang bilang dia rajanya dorama dsb, tapi ktika saya searching ketika masa masa jaya dia (read: muda hahahah), saya tetap lebih jatuh cinta gayanya di dorama ini, papa papa ganteng gitu lohhh...
tapi aktingnya saya akui keren. Setiap ada adegan  flashback, saya memang benar benar merasa Ieji yang dulu dan yang sekarang setelah kecelakaan memang benar benar orang yang berbeda. Sangat berbeda. Dan klimaksnya di episode 10 dimana adegan Ieji lama dan Ieji yang baru berinteraksi di dalam kepalanya sendiri. Damn, Kimutaku benar-  benar memerankan dua orang yang berbeda!



Sayangnya episode akhirnya yang kurang klimaks, kurang greget dan rasanya terlalu diburu buru. Semua misteri dibalik 9 episode sebelumnya ternyata nggak se njelimet yang saya kira. Nggak se dark yang saya bayangkan. Sayang sekali. Tapi tetep worth it buat ditonton kok! Dan tetep bikin ketagihan!

Jumat, 25 April 2014


  • Movie: Girls For Keeps (English title) / Girl (literal title)
  • Romaji: Garu
  • Japanese: ガール
  • Director: Yoshihiro Fukagawa
  • Writer: Hideo Okuda (novel)
  • Producer: Osamu Kubota, Kazuya Hamana
  • Cinematographer: Taro Kawazu
  • Release Date: May 26, 2012
  • Runtime: 124 min.
  • Genre: Drama / Women
  • Distributor: Toho
  • Language: Japanese
  • Country: Japan
From Asian Wiki





So, if you are a female, I suggested you to watch this movie, because it’s very touching for us :’)

The story revolves at Yukiko Takigawa, a girl which is love to wear sparkly brightly dress and cute little things at her 29 of age. Of course, people will judge her and tell her to be mature.
And then ,Saeko, a strength woman that has a bright career and have a house-husband with no child. Takako,A woman as single parent that keep struggle to be single mom and try to be a father and mother at the same time for her son’s sake. And the last is Yoko Osaka, a single woman in her 30 years old, and kind of falling love with her new junior at work who’s 12 years younger than her.

This movie is tell us about woman. Woman is a girl too. Yeah, I love that line hehe :D
In Japan,  there’s still a gender ‘things’ about woman and men. I think that’s why they made this movie. Woman can do everything too. Woman can work too, can have a bright career too, wear a sparkly things or being single at over 30 is ok too. There’s nothing wrong with born as a female. there’s nothing wrong if female wants to be independent, or single, or something. We have right to choose our fate, right?




Really, this movie, you girls deserved this.

Selasa, 08 April 2014

Intinya : Dorama yang keren parah!!Dan lo harus nonton! hahahaha

Anyway Kazoku Game review in English



Waktu pertama kali saya searching dorama ini, saya tertarik karena genre nya family. Jujur saya sedang mengharapkan sebuah tontonan tentang keluarga yang hangat dan bikin kita ketawa ketawa semacam Papa To Musume No Nanokakan. Dan saya mendarat di dorama ini. 

Sinopsisnya sih nggak menunjukkan kalau ini adalah dorama yang rumit dan membutuhkan konsentrasi. Sinopsisnya, yang saya cek dimana dimana, hanya seputar " Cerita mengenai Yoshimoto Kouya, seorang guru privat yang dipanggil keluarga Numata, untuk mengajari Shigeyuki, anak bungsu dari keluarga Numata yang mogok sekolah dan mengurung diri di kamar. Yoshimoto menyanggupi bahkan menantang keluarga Numata bahwa ia dapat membuat Shigeyuki kembali ke sekolah dalam 5 hari saja"
Nah yaudah dong, saya nonton. Dan ternyata...!

Jauh dari apa yang saya harapkan. Gila. Ternyata doramanya semacam dorama berat, tapi nggak terlalu memusingkan, tapi 100% bikin penasaran. Mungkin karena saya yang nggak nyangka aja kali ya, makanya saya menganggap ini ceritanya keren banget, karena melebihi ekspektasi. 
Kalo emang belum nonton, saya sarankan berhenti bacanya sampai sini saja, dan nonton sendiri! :D hehehe


-Awas spoiler-

Jadi sebenarnya Yoshimoto Kouya ini tidak cuma mengajari Shigeyuki sebagai guru. Dia juga 'mengajari' satu keluarga Numata, yang ternyata bobrok sekali, untuk menjadi keluarga yang lebih baik. Sayangnya cara yang digunakan Yoshimoto Kouya sangat ekstrim sekali. Nggak nggak, nggak sampai bunuh bunuhan atau ada adegan gore nya, nggak kok. 

Dorama ini penuh tekanan, saya yang nonton sampai ikut ikutan berasa tertekan. Apalagi faktor musik nya. Soundtracknya instrumental semua(kecuali ending yah, yang dinyanyiin Arashi). Backsoundnya instrumental dengan alat musik clarinet apa terompet gitu, pokoknya alat musik tiup, yang menjadi komposisi musik yang nyeleneh. Ceria, tapi meledek. Banyak adegan adegan intens juga sedih disini tapi dengan backsound yang ceria, dan adegan lucu tapi backsoundnya intens. Seolah olah penonton diajak ikut tertekan, dan sulit menyalurkan perasaan ketika sedang menonton. Ketawa tapi gak bisa ketawa, nangis tapi  nggak bisa nangis. Musik nya brillian banget. Keren banget penata musiknya, paraaah!

Saya suka dorama ini, karena intinya mengajari kita tentang bullying. Yah, nggak se simpel cerita anak baik yang ditindas anak nakal. Bukan Jepang namanya kalau nggak bisa membangun karakter yang natural dan masuk diakal dengan ciamik. Bullying, kenapa seseorang bisa menjadi korban bully? Dan kenapa seseorang bisa menjadi pelaku bully? Yak, di dorama ini dibahas juga dari sisi korban maupun pelaku. Di dunia ini nggak ada orang yang benar benar antagonis dengan sangat jahat sampe masukin racun buat dapetin posisi istri muda atau sangking baik sampai kelewat tolol jadi pas di tindas cuma bisa nangis nangis bombay?(oh itu cuma ada di sinetron kita aja ya kayaknya hehe :P ) Nah di dorama ini, semua orang punya alasan mengapa dia begini dan mengapa dia begitu. Sehingga memang nggak ada yang benar benar tokoh antagonis maupun protagonis. Semua bisa baik dan jahat pada waktunya.
Di dorama ini juga menekankan betapa peranan orangtua sangat berpengaruh dalam proses pembentukan mental seorang manusia. Cocok tuh, buat yang pasangan baru, untuk mempersiapkan diri, bahwa menjadi orangtua nggak semudah itu. Uang bukan segalanya. Yang penting adalah komunikasi. Dan membangun komunikasi dalam keluarga bukan hal alami yang nanti akan terbentuk dengan sendirinya.

Pokoknya dorama ini mengajarkan kita banyak hal tentang keluarga. Bener sih, genrenya family kok, hehehehe. 
Akting Sho Sakurai disini keren banget, semacam psycho berkepribadian ganda gitu. Ada Kamiki Ryunosuke yang ganteng jugaaa >_< Dan dorama ini juga menyabet banyak penghargaan dan sempat menang jadi best dorama of the year gitu. Emang keren sih. Must watch banget deh!





Detail from Asian wiki






So, I finished watch this hearwarming-terajerking kind of movie...
 this story is about friendship between Saku(Shuhei Nomura), Shuta(Sota Fukushi), and Micihiru(Tsubasa Honda). They become friend since childhood. But, Saku has an illness and weak body. So Shuta always try to protect him from exhausted or something.


And the story goes to the day of Saku's two years death ceremony. There is only Shuta, because Michiru is in England. So after ceremony, Saku's mom tell Shuta to take some of Saku's things from his room, as a memento. And Shuta found a book, with a wirstwatch in it, when the book said about time traveller things. Just imagine the time and place that you want.
 He is not sure, but when he come home, in the train, he try to imagine th place and time.... and then... He jumped back at two years ago.

Well, you can tell the rest. Shuta try to prevent Saku's death. This is a simple story, but I tell you, the ending is quite sad. (Im crying anyway :'/ )
There is no rush, no mindblowing twist or something like that in this movie. It's just a simple - Japanese drama- about friendship. Quiet, peacefull, beautiful, and simple. I recomended this movie, for a refreshing weekend!

Minggu, 23 Maret 2014

I know I know this dorama is kind of old. It's like in 2006. But, I firstly watched it last month and I have an urge to write about it because it was really hilarious! Hahahahaha



sakaki makio as student and yakuza 
So far, I can't find another comedy dorama as good as My Boss My Hero.
 the story is about Sakaki Makio, 27 years old man, first born at Sakaki Family which is a yakuza family. He is the strongest candidate to be the next boss of the gang, because his little brother has weak body and not interested in yakuza things. 

Makio have strength,  superb at fighting,so many underlings which is loyal, bossy, scary, and bad temper. All of that is more than enough to become the next boss. But he has the biggest weakness.  He is so dumb. He can't do a simple math, and not having  knowledge. That's what makes his father (the boss) worry. He wants Makio to be his next boss, but he's afraid that he is too dumb to take that.
So father make a deal with Makio, to send him to go to private High School (he is a dropout when in junior high school) in 3rd class, and going to graduate in one year. After he get his diploma, then father gonna give him the position of the boss. If he failed,  the boss position gonna fall to his little brother. So, Makio  deal with it and try to become a high school student.

Yes, it very ridiculous to see an adult to become a high schooler. This is a comedy so enjoy it hahahaha.
In his s





chool life, Makio learn so many things that he never got experienced. From fall in love, friendship(well yakuza doesn't need love or friend or even emotion right?) And so much feelings. He laughed and cried so many times. The exams, the headclass, summer, Bunkasai, and  others school event that taught him many things. Oh, there's a pudding too!
And this drama taught us about youth! Yeah, Im kind of regret that my highschool life is not that fun and Im not having much fun like Makio did.
This is comedy, and the main actor is Tomoya Nagase which is have a comical acting style. So you gonna see his very clumsy and ridiculously ugly faces hahahaha. Some things are made to be too affluent,  like how all of students racing to get puddings or his comical expressions. 






it is true, if this dorama genre is school-life, but don't worry, its not that cliche. And  after all this dorama is really fun to watch.  It taught you many things. And the plot is very good, well even it is predictable. And it make me cry and laughed at the same time, especially in episode 8 -9 -10 :'') (well, if you have soft side, I guarantee that you will cry at last episode :p )



And reeaally, in every episode you gonna burst out laughing!

Minggu, 16 Maret 2014

Do you have a dictionary? Do you read it to check the meanings of some words, or check about spelling, or something else? Do you need a dictionary in everyday life? 
Do you ever think, or even imagine, about how a dictionary is being created? 





Based on the novel "Fune o Amu" by Shion Miura (published September 17, 2011 by Kobunsha),
This movie is about The Great Passage, title of a big project in dictionary departement. Majime is a new comer at dictionary departement. He is an  introvert, shy, nerd and serious type of guy. But he is reeaally interest about linguistic things, He love to write, read, and serious about words. So when he transferred to dictionary departement, he fall in love with the job and seriously do it. 
We gonna see a journey for a dictionary to being created. They collect the words, any kind of words, any time, the usage, and how to explain about a word. And then list it, and checking it, checking it,checking it, again and again and again aaaaand again.... It's not an easy job afterall.

For a Jmovies lovers, maybe this kind of 'slow-drama' is normal. But for some people, maybe this gonna be boring. The plot is kind of slow, it is like make us feel about how long that "The Great Passage" was created. 

But it's worth it to watch. It gonna make you more respect and appreciate a dictionary. It gonna make you thinking about loyalty with everything you do. 

Anyway this movie get many awards too at Japan Academy Prize... well, they deserved it :)
Picture of the Year : The Great PassagesDirector of the Year : Yuya Ishii (The Great Passage) Screenplay of the Year : Kensaku Watanabe (The Great Passage) Outstanding Performance by an Actor in a Leading Role : Ryuhei Matsuda (The Great Passage) Outstanding Achievement in Sound Recording : Hirokazu Kato (The Great Passage)Outstanding Achievement in Film Editing : Shinichi Fushima (The Great Passage)


 
Twitter Facebook Dribbble Tumblr Last FM Flickr Behance